banner 728x250

Investasi Rp3 Triliun, Proyek PSEL Jatibarang Semarang Diminati 80 Investor

glory
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani
banner 120x600
banner 468x60

ReproMedia.id SEMARANG – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, terus menunjukkan daya tarik tinggi di kalangan investor. Sebanyak 80 investor tercatat menyatakan minat untuk terlibat dalam proyek strategis yang diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp3 triliun tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan proyek PSEL saat ini masih berada pada tahap finalisasi kajian dan penyusunan dokumen lelang yang dikoordinasikan oleh Danantara.

“Saat ini prosesnya persiapan dokumen lelang, finalisasi kajian, kemudian dari para peminat juga ada rencana untuk site visit,” ujar Glory usai kunjungan ke Bulusan EduPark Tembalang, Selasa (2/6/2026).

Menurut Glory, tingginya minat investor terlihat dari hasil market sounding yang telah dilakukan. Dari proses penjajakan tersebut, puluhan investor menyatakan ketertarikan untuk mengikuti pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kota Semarang.

“Dari hasil market sounding, sudah ada sekitar 80 investor yang berminat. Kemungkinan pada awal bulan ini mereka akan melakukan site visit. Kami hanya bertugas memfasilitasi karena seluruh jadwal dan prosesnya sudah diatur oleh Danantara,” katanya.

Dalam waktu dekat, para calon investor dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek di kawasan TPA Jatibarang guna melihat langsung kondisi dan potensi pengembangan fasilitas tersebut.

Solusi Sampah dan Energi Terbarukan

Proyek PSEL merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kabupaten Kendal, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam upaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan sampah konvensional, fasilitas ini nantinya diharapkan mampu menghasilkan energi listrik dari sampah yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan perkotaan.

Keberadaan PSEL dinilai menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi peningkatan volume sampah sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Teknologi Termal Jadi Kandidat Utama

Terkait teknologi yang akan digunakan, Glory menjelaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil kajian dari Danantara. Namun, teknologi termal dinilai menjadi opsi yang paling memungkinkan karena mampu mengolah sampah dalam jumlah besar dengan lebih cepat.

“Konsepnya teknologi ramah lingkungan. Teknologinya apa nanti berdasarkan kajian dari Danantara. Tapi kemungkinan besar memang teknologi termal karena yang paling cepat menghabiskan sampah saat ini teknologi termal,” jelasnya.

Teknologi termal sendiri memiliki beberapa metode yang umum diterapkan, antara lain insinerator, pirolisis, dan plasma. Ketiga metode tersebut memanfaatkan panas untuk mengubah sampah menjadi energi yang kemudian dapat dikonversi menjadi listrik.

Segera Masuk Tahap Lelang

Dengan nilai investasi yang mencapai sekitar Rp3 triliun, proyek PSEL Jatibarang diproyeksikan menjadi salah satu investasi sektor lingkungan terbesar di Jawa Tengah.

“Kalau tidak salah, informasi terakhir dari Danantara, nilai investasi atau anggaran untuk pembangunan PSEL sekitar Rp3 triliun,” ungkap Glory.

Pemerintah berharap proses finalisasi kajian dan penyusunan dokumen lelang dapat segera rampung sehingga proyek dapat memasuki tahap lelang dan konstruksi. Jika terealisasi, PSEL Jatibarang diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi pengelolaan sampah regional sekaligus memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan energi terbarukan berbasis sampah.(red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *