banner 728x250

Vasektomi di Semarang Meningkat, KB Pria Mulai Diterima Lebih Luas

vasectomy
banner 120x600
banner 468x60

ReproMedia.id SEMARANG – Program Keluarga Berencana (KB) pria di Kota Semarang mulai menunjukkan perkembangan positif. Hingga Mei 2026, sebanyak 29 warga tercatat telah mengikuti metode kontrasepsi vasektomi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang, Lilik Faridah, menyebut angka tersebut mencerminkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya laki-laki, dalam berperan aktif pada perencanaan keluarga.

“Dari Januari sampai Mei 2026 ada 29 orang yang sudah menjalani vasektomi. Tahun 2025 totalnya 95 orang,” kata Lilik, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, tren ini menunjukkan perubahan cara pandang terhadap KB yang selama ini identik dengan perempuan. Kini, semakin banyak pria yang mulai terlibat langsung sebagai bentuk tanggung jawab dalam pengaturan jumlah anak.

Peserta vasektomi umumnya adalah pasangan usia subur yang sudah memiliki anak dan memutuskan tidak menambah keturunan. Sebagian besar telah memiliki dua anak atau lebih.

Lilik menambahkan, alasan utama peserta mengikuti program ini bukan hanya soal perencanaan keluarga, tetapi juga keinginan untuk berbagi beban dengan pasangan, terutama dalam proses reproduksi yang selama ini lebih banyak ditanggung perempuan.

“Banyak yang merasa ini bentuk keadilan dalam rumah tangga. Selama ini istri yang menjalani proses kehamilan dan persalinan,” ujarnya.

Untuk mengikuti layanan ini, peserta wajib memenuhi persyaratan administrasi seperti KTP, KK, dan buku nikah, serta menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas yang ditunjuk sebelum tindakan dilakukan oleh dokter spesialis urologi.

Sebagai bentuk dukungan program, pemerintah juga memberikan insentif sebesar Rp1 juta kepada peserta vasektomi. Layanan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan rumah sakit mitra.

Pemerintah Kota Semarang berharap peningkatan partisipasi KB pria dapat memperkuat program pengendalian penduduk serta membangun kesadaran baru tentang pentingnya peran laki-laki dalam kesehatan reproduksi keluarga.(red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *