banner 728x250

UPTD Trans Semarang Jelaskan Aspek Teknis Kendala Halte Semarang Zoo

Salah satu pertimbangan utama adalah munculnya “terminal bayangan” akibat aktivitas angkutan umum di sekitar halte.

Screenshot 2026 04 26 125853
Halte Semarang Zoo
banner 120x600
banner 468x60

ReproMedia.id SEMARANG – Sejumlah aspek teknis, mulai dari efisiensi operasional hingga keselamatan menjadi bahan pertimbangan penting UPTD Trans Semarang belum bisa merealisasikan keinginan wisatawan Semarang Zoo, agar halte di depan lokasi obyek wisata kembali dioperasikan.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto menjelaskan, halte tersebut sebelumnya memang sempat aktif. Namun, seiring perubahan kondisi lalu lintas dan tata transportasi, operasionalnya dihentikan.

Salah satu pertimbangan utama adalah munculnya “terminal bayangan” akibat aktivitas angkutan umum di sekitar halte. Saat halte masih berfungsi, penumpang dengan tujuan Kendal kerap turun di depan Semarang Zoo, bukan di Terminal Mangkang. Hal ini dinilai mengganggu sistem transportasi yang telah dirancang.

“Keberadaan halte justru memicu aktivitas angkutan lain dan membentuk titik naik-turun penumpang di luar terminal resmi,” ujar Haris pada Kamis (9/4/2026).

Selain itu, faktor keselamatan juga menjadi perhatian. Perubahan infrastruktur, termasuk keberadaan exit tol Kaliwungu, membuat titik putar balik bus tidak lagi aman digunakan. Jika halte diaktifkan kembali, bus harus memutar lebih jauh hingga bawah flyover arteri Kaliwungu, yang berdampak pada penambahan jarak tempuh dan biaya operasional.

Di sisi lain, kebutuhan akses menuju destinasi wisata tetap menjadi perhatian. Pihak Trans Semarang mengaku pernah menjajaki kerja sama dengan pengelola Semarang Zoo, termasuk skema integrasi transportasi dan promo tiket. Namun hingga kini, rencana tersebut belum berlanjut.

Haris menegaskan, jika permintaan masyarakat terus meningkat, kemungkinan pengaktifan kembali halte tetap terbuka. Namun, keputusan tersebut harus melalui kajian komprehensif agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kami harus melihat kondisi sekarang secara menyeluruh. Tidak bisa disamakan dengan situasi sebelumnya,” pungkasnya. (red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *