ReproMedia.id SEMARANG – Selama Libur Lebaran tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mencatat sampah warga yang masuk di TPA Jatibarang mencapai angka 1.090 ton per Hari. Lonjakan didominasi oleh sampah organik dari aktivitas rumah tangga, terutama akibat meningkatnya kegiatan memasak selama momen silaturahmi keluarga.
Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani, mengungkapkan kenaikan volume sampah sudah mulai terasa sejak beberapa hari menjelang Hari Raya Idulfitri.
Berdasarkan data DLH, pada periode 18 hingga 20 Maret 2026, volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang konsisten menembus lebih dari 1.000 ton per hari. Kondisi ini mencerminkan tingginya tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah saat momentum Lebaran.
Namun, saat hari raya berlangsung, ritme pengangkutan sempat terganggu. Pada dua hari Lebaran, terjadi penumpukan sampah di sejumlah TPS karena sebagian petugas DLH mengambil waktu libur untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
“Baru setelah itu kami kembali melakukan pengangkutan secara bertahap, termasuk di TPS yang mengalami overload,” jelas Glory pada Rabu (1/4/2026).
Ia juga menyoroti persoalan perilaku masyarakat yang turut memperparah kondisi. Masih banyak warga yang tidak langsung memasukkan sampah ke dalam kontainer di TPS, sehingga sampah menumpuk di luar area penampungan.
“Kondisi ini membuat proses pemulihan pasca-Lebaran tidak bisa dilakukan secara instan. Petugas harus bekerja ekstra untuk membersihkan sampah yang tercecer sebelum diangkut ke TPA Jatibarang,” kata Glory.
Setelah melewati puncak Lebaran, volume sampah kini mulai berangsur stabil di kisaran 900 ton per hari. Lonjakan sebelumnya didominasi oleh sampah organik dari aktivitas rumah tangga, terutama akibat meningkatnya kegiatan memasak selama momen silaturahmi keluarga.
Sementara itu, volume sampah dari fasilitas umum relatif stabil, dengan peningkatan terbatas di titik mobilitas tinggi seperti stasiun dan terminal. Di Stasiun Semarang Tawang, misalnya, terjadi kenaikan volume sampah seiring lonjakan penumpang selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Meski demikian, lebih lanjut Glory menambahkan, pengelolaan sampah di simpul transportasi tetap berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan tidak terjadi penumpukan berlebihan. (red)


















