ReproMedia.id SEMARANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Semarang bergerak cepat dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama muslim kemarau, terutama di wilayah timur kota.
Dari balik ruang kerjanya, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, Ady Setiawan yang akrab disapa Mas Wawan menegaskan bahwa pihaknya tengah mempercepat berbagai program strategis untuk menghadapi musim kering yang diprediksi semakin ekstrem.
“Salah satu langkah nyata kami adalah menambah jumlah armada tangki air. Saat ini, kami punya enam unit tangki, namun jumlah tersebut dinilai belum cukup,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026).
Mas Wawan mengatakan dua armada tambahan tengah disiapkan untuk memperkuat distribusi air, khususnya di wilayah rawan seperti Tembalang dan Mangunharjo.
Bagi warga di daerah tersebut, suara mesin mobil tangki bukan sekadar kebisingan jalanan. Ia adalah pertanda harapan bahwa di tengah keringnya musim, masih ada pasokan air yang datang menyapa.
Tak hanya menambah armada, PDAM juga memastikan bahwa layanan distribusi air atau dropping diberikan secara gratis bagi pelanggan yang terdampak kekeringan maupun gangguan aliran.
“Sementara bagi warga non-pelanggan, bantuan tetap diupayakan melalui kerja sama dengan BPBD, baik melalui skema CSR maupun dukungan anggaran kebencanaan,” ungkap Mas Wawan.
Namun langkah PDAM tak berhenti pada solusi jangka pendek. Untuk masa depan, PDAM Kota Semarang tengah menyiapkan penguatan sistem distribusi melalui proyek besar Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jeragung yang telah masuk dalam blueprint Kementerian PUPR.
Dari proyek tersebut, tambahan debit air diperkirakan mencapai 1.000 liter per detik. Angka yang bukan hanya statistik teknis, melainkan harapan baru bagi ribuan warga di Mangunharjo, Kembalang, Meteseh, Bukit Kencana Jaya, Jaya Metro, hingga Sendangmulyo—wilayah-wilayah yang selama ini akrab dengan keluhan air tak mengalir secara stabil.(red)


















